Teknologi digital dan platform e-commerce global sangat memudahkan para pelaku bisnis untuk melakukan transaksi perdagangan internasional. Hal ini membuat pelaku bisnis amatir beranggapan bahwa mendatangkan barang dari luar negeri merupakan suatu hal yang sangat mudah. Mereka merasa percaya diri untuk mengimport barang secara mandiri untuk menekan biaya operasional dan pengeluaran tak terduga lainnya.
Kenyataannya mengimport barang tidaklah semudah yang mereka kira. Berbagai prosedur yang rumit, aturan dari pihak-pihak cukai, dan juga keterlibatan berbagai pihak merupakan hal yang patut diperhitungkan oleh importir. Hal ini membuat pendampingan profesional sangatlah dibutuhkan terutama ketika Anda ingin mengimport barang dalam jumlah yang luar biasa besar.
Risiko Mengimport Barang Tanpa Jasa Forwarder
Inilah beberapa risiko yang akan Anda temui apabila Anda memaksa untuk melakukan import secara mandiri:
1. Barang Tertahan di Bea Cukai
Masalah paling umum yang terjadi akibat tidak menggunakan jasa forwarder ialah terjebaknya barang import di pihak Bea cukai. Hal ini diakibatkan karena importir tidak paham terhadap regulasi yang sudah ada, seperti dokumen wajib atau HS code. HS code merupakan kode yang disusun oleh WCO (World Customs Organization) untuk memudahkan identifikasi produk dalam perdagangan internasional. Tidak adanya HS code memungkinkan barang import tertahan di Bea cukai atau bahkan dimusnahkan.
2. Adanya Biaya Tidak Terduga
Selain masalah dokumen yang lengkap dan juga HS code import barang melibatkan banyak variabel biaya. Mulai dari harga barang, biaya pajak import, biaya masuk, dan beberapa biaya administrasi yang harus dibayar. Perhitungan yang salah bisa mengakibatkan pembengkakan biaya yang lebih besar daripada harga barang tersebut. Selain itu, dokumen yang terlambat juga bisa mengakibatkan Anda harus membayar biaya penumpukan barang dan juga denda keterlambatan kontainer kepada pihak Bea Cukai.
3. Berisiko Mendapatkan Barang yang Tidak Sesuai Bahkan Palsu
Importir awam biasanya mudah tergiur harga rendah dengan iming-iming pendapatan yang berkali lipat dari harga beli. Mereka lupa untuk mengecek reputasi supplier sehingga barang yang mereka dapatkan bisa jadi tidak sesuai dengan yang mereka inginkan bahkan barang palsu. Oleh karena itu sangat dibutuhkan seorang ahli yang sudah berpengalaman di bidang internasional shipping supaya mendapatkan jaminan barang yang bagus.
4. Berbagai Masalah Regulasi maupun Jeratan Hukum
Regulasi mengenai barang import di Indonesia sangatlah ketat apalagi terhadap barang yang dibatasi ataupun dilarang. Barang-barang yang diimport tanpa izin secara resmi dapat mengakibatkan importir terjerat berbagai masalah hukum seperti denda, penahanan barang, penghancuran barang sanksi berat, bahkan hingga tahap pencabutan izin importir. Hal yang lebih penting lagi apabila Anda tertangkap tangan melanggar hak cipta atau merek barang dagangan milik orang lain, maka barang Anda bisa disita bahkan terkena tuntutan hukum.
5. Tidak Memiliki Daya Tawar Terhadap Carrier
Carrier merupakan perusahaan pengangkut yang menyediakan bertanggung jawab penuh terhadap pengiriman barang dari supplier ke distributor. Importir pemula acap kali kurang diperhatikan oleh perusahaan carrier karena volume pengiriman yang sedikit dan tidak terkenal. Tanpa adanya forwarder, perusahaan akan mengenakan tarif yang jauh lebih mahal dan juga pengiriman yang lebih lama daripada yang lain. Dengan bantuan forwarder Anda bisa mendapatkan bantuan kemudahan dalam pengiriman barang dari supplier.
6. Bahaya Kehilangan Barang dan Kerusakan pada Pengiriman
Import barang memiliki banyak risiko terutama risiko fisik. Risiko yang biasa terjadi ialah kerusakan barang ketika dalam perjalanan atau bahkan kehilangan barang. Importir pemula biasanya lalai untuk mengurus asuransi pengiriman sehingga mereka hanya bisa gigit jari ketika barangnya rusak atau hilang. Dengan bantuan forwarder hal ini bisa diminimalisir.
Beberapa Cara untuk Menghindari Risiko dalam Proses Import
Kegiatan import barang terlihat sangat menakutkan, terutama saat mengetahui risiko yang akan terjadi. Namun, Anda tidak perlu takut untuk menjalankan bisnis import yang aman. Inilah beberapa tips untuk menghindari risiko dalam proses import:
1. Riset mendalam untuk memahami regulasi dan HS code
Sebelum melakukan kegiatan import, Anda wajib untuk mempelajari sistem dan juga aturan yang ada di negara pengekspor dan negara kita sebagai tujuan import. Anda harus memahami apakah barang incaran Anda merupakan barang yang dilarang atau tidak. Selain itu Anda juga harus memahami tentang regulasi HS code. Karena ini sangat menentukan besaran pajak dan juga membantu dalam menyiapkan dokumen yang diperlukan.
2. Verifikasi terhadap supplier
Anda harus teliti terhadap supplier yang menyediakan barang murah. Perhatikan rekam jejak dan cek kualitas barang yang supplier kirim. Hal ini terkesan rumit, tetapi Anda dapat menggunakan jasa profesional untuk melihat rekam jejak supplier barang yang Anda inginkan.
3. Pahami aturan Incoterms
Incoterms merupakan standar internasional yang menentukan risiko, biaya, dan tanggung jawab perdagangan lintas negara. Dengan memahami Incoterms, Anda bisa menggunakan regulasi untuk memastikan bahwa Anda tidak perlu membayar biaya tambahan di luar regulasi tersebut.
4. Mengurus legalitas dan izin usaha secara lengkap
Sebelum memutuskan untuk mengimport barang, Anda disarankan untuk membentuk perusahaan secara resmi yang terdaftar di pemerintah. Ini membuat perusahaan Anda tidak lagi direpotkan dengan izin yang rumit di Bea Cukai. Manfaat lainnya ialah meningkatkan kredibilitas Anda di mata mitra dagang dan pemerintah.
5. Menggunakan jasa forwarder
Solusi yang bisa dengan mudah Anda lakukan ialah mengontak jasa forwarder yang berpengalaman. Dengan menggunakan jasa forwarder Anda bisa dengan mudah menghindari berbagai kerumitan baik dari sisi dokumen maupun masalah supplier. Anda hanya perlu mengontak tim forwarder berpengalaman maka barang bisa dipastikan sampai dengan selamat di alamat tujuan.
Itulah beberapa risiko dan juga solusi yang bisa Anda pelajari sebelum melakukan import barang. Dengan mempelajari risiko dan solusinya, Anda bisa mendapatkan barang import yang sesuai dengan kualitas baik.
Apabila Anda merasa pusing dengan berbagai regulasi yang ada dan juga membutuhkan barang tersebut sesegera mungkin, Anda bisa menggunakan jasa forwarder wilhencargo.com. Penyedia jasa ini sangat berpengalaman dan dapat dipercaya untuk urusan import barang terutama ketika Anda belanja dari China. Tidak perlu khawatir kehilangan barang yang diimport, karena Wilhen Cargo menyediakan layanan live tracking sehingga Anda bisa memantau barang yang diimport.
Frequently Asked Questions
Import door to door apakah legal?
Import door to door bisa menjadi ilegal apabila terdapat beberapa poin, yaitu adanya manipulasi data, tidak tersedianya dokumen resmi yang mendukung, dan tidak membayar biaya pajak sesuai aturan.
Apa risiko jika Indonesia terlalu bergantung pada import?
Berisiko di berbagai sektor karena kalah saing dengan produk yang diimport. Terutama sektor pangan dan barang jasa.
Kapan sebaiknya menggunakan jasa pengiriman barang (freight forwarder)?
Penggunaan jasa pengiriman barang bisa dilakukan ketika Anda ingin mengirimkan barang ke dan dari luar negeri, serta pengiriman barang skala besar.
Kenapa barang import kena jalur merah?
Barang import terkena jalur merah akibat adanya barang yang berisiko tinggi dan juga ketidaksesuaian data di dokumen.
